Tampilkan postingan dengan label curcool. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcool. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2011

Pertanyaan Iseng, asli!


Malam itu, setelah berdiskusi panjang lebar memusyawarahkan pergantian pengurus di sebuah villa di sudut kota Bandung, kami pun di persilahkan istirahat. Di saat dingin menemani malam kami, kasur yang seharusnya menjadi alas tempat tidur, kami balik menjadi selimut. Dan, di malam itu, aku bertanya kepada salah satu saudari ku yang sudah ku anggap keluarga sendiri.

Ok, to the point aja ya . Kira-kira gini deh pertanyaanya.

Me : “ Teh, apa ada orang yang teteh suka?”
Her :  “Yaaaa, adaa sih. Memangnya kenapa?”
Me : “Nggak koq, nanya aja. Hmm, terus apakah ada di antara mereka yang tteh impikan untuk menjadi pendamping teteh kelak?” 
* Iseng banget deh si nzah.
Her : “ Ada sih, sedikit. Tapi saya gak mau terlalu banyak berharap. Khawatirnya, kelak jika kita menikah dan bukan sama dia, biasanya kita mematok standar ingin seperti dia.
Me : “oh gitu, iya juga ya teh.”

Haha, gak tau deh kenapa juga nanya-nanya yang begituan. Iseng banget lah, mungkin efek kebanyakan baca buku-buku pernikahan akhir-akhir ini. Aku-pun jadi tersadarkan, memang seharusnya begitu. Jangan terlalu berharap dengan sesuatu yang belum pasti.

Udah dulu ah, belum saatnya ngomongin ginian.  Yakin aja, jodoh gak akan ke mana koq. Asam di gunung, garam di laut, bertemu di satu Belanga. Haduh, gitu bukan ya peribahasanya, luppa. Yang intinya, walaupun terpisah jarak, pasti akan di pertemukan.

Akhirnya, setelah perbincangan itu kami pun terlelap.

Do u get something from this conversation?

Tanyakan saja hatimu ...

Rabu, 18 Mei 2011

Begini Begitu

Dan aku pun berkata lirih ..

Banyak orang yang hanya sering mencari cela, memanfaatkan sebuah kekurangan, di generalisir, menyimpulkan dan kemudian menjadi cap alias stempel!, bahwa si A adalah pemalas, si B itu pelit, si C itu suka ngomongin orang, dlsb. Ah, tidak semudah itu kawan.

Mencela-di cela, memuji-di puji, menyayangi-di sayangi, mengagumi-di kagumi, terus dan terus. Semua terjadi pada manusia, kalau dalam istilah bahasa nya sih kalimat aktif dan pasif. Hhehe

Well, dalam hidup pasti macem2 dong apa yang orang lain pikirkan tentang diri kita. 
gak selalu pujian "rajin ih", "hebaaat", "ih, keren", "kamu ini lah, itu lah" dan seabrek pujian-pujian lainnya. Tentu gak sering juga kita denger kata-kata pedas "Ngerjain ini aja gak bisa!", "Dasar pemalas", "dan ini lah, itu lah".
Hmm, gak apa2, gak usah sakit hati denger gituan mah. Wajar koq, kita kan bukan makhluk sempurna. Mendingan ambil positif aja, dengerin, introspeksi dan jadikan sebagai bahan evaluasi aja.
Oia, saya pribadi sendiri juga kalo lagi sensi ngedenger kata-kata begituan kadang gimana gitu. Bisa di bilang ngerasa kurang di hargai, atau apa lah, males deh pokoknya. Jangan sampe deh gara2 begituan bikin kita down atau apa gitu.

Inget aja, masih ada orang lain yang gak ngeliat kita dari kekurangannya doang, nyari cela nya aja, atau apalah. Banyak orang yang ngeri dan mampu menilai kita dengan bijak alias gak asal ceplok (kayak telor).

Bandung, Perpustakaan UPI